GerbangSulawesi — Komunitas Sa’angu Adventure Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat pembiayaan dari Mohammed Bin Zayed (MBZ) dalam hal konservasi.
Kegiatan Eksplorasi ini bertujuan melakukan pendataan terkait spesies (Flora/Fauna) yang masuk dalam Status IUCN Redlist.
Dalam hal ini, kegiatan eksplorasi yang akan dilakukan oleh Komunitas Sa’angu Adventure yaitu mengenai Asessment sebaran populasi dan habitat Ikan Endemik dan Terancam punah Oryzias soerotoi di Danau Tiu, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Ketua Tim Konservasi Sa’angu Adventure, Abdul Ghani mengatakan konservasi tersebut bakal dilakukan tepatnya di Danau Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulteng.
Menurut Ghani sapaan akrabnya, kegiatan ini akan dimulai pada awal November 2024 mendatang.
Sebagai Ketua Tim, Ghani bersyukur atas usulan program mereka yang berhasil mendapat pembiayaan dari salah satu Sultan Abu Dhabi, MBZ.
“Kami sangat bersyukur karena bisa lolos pendanaan bersama Lembaga atau Komunitas yang bergerak dibidang Konservasi di seluruh dunia,” ucapnya.
Secara singkat, Gani menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu terkait konservasi khususnya pada ikan-ikan endemik air tawar (Sungai/danau) di Sulawesi Tengah yang masuk dalam status IUCN Redlist.
Adapun hasilnya nanti akan disosialisasikan ke masyarakat dan stakeholder agar menjaga kelestarian ikan-ikan endemik dan juga menjaga habitat ikan-ikan endemik tersebut.
“Selain itu, data-data tersebut juga nantinya akan dikirim sebagai bahan pertanggungjawaban tim Sa’angu Adventure ke MBZ,” bebernya.
Di sisi lain, Ghani menyebutkan sejumlah anggota yang akan terlibat nanti pada kegiatan konservasi. Di antaranya yakni Fahri Haruna, Icha Dg Pageso, Ikbal Adam, Ibrahim Sampa, Andriyani Pakaya dan Moh Algifahri. ***





