Gerbangsulawesi.com, BANGGAI — Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kabupaten Banggai mencatat 35 kali kejadian bencana alam dengan berbagai jenis dan sebaran wilayah yang cukup luas. Data ini menunjukkan kembali banjir sebagai bencana paling dominan dibandingkan jenis lainnya.Berdasarkan rekapitulasi kejadian, banjir tercatat sebanyak 19 kali, melanda sejumlah wilayah seperti Resarna, Padungnyo, Asaan, Dongkalan, Pangkalaseang, Bondat, Tonutu, Gonohop, Solan Baru, Piondo, Kamiwangi, Mekarjaya, Koili, Longgolian, Balaang, Poh, hingga Lembah Tompotika.Selain banjir, tanah longsor terjadi 7 kali, sementara angin puting beliung terjadi 3 kali, dan banjir bandang sebanyak 2 kali di Batu Hitam dan Bela. Kombinasi banjir bandang dan tanah longsor juga terjadi 2 kali di Obo Balingara dan Lontio. Adapun gempa bumi terjadi 1 kali di Sinorang dan abrasi pantai 1 kali di Bunta 2.Sebaran Bencana per KecamatanDari sisi administratif, kecamatan Bunta mencatat jumlah kejadian tertinggi dengan 6 kali, disusul Pagimana 5 kali, dan Nuhon 4 kali kejadian. Wilayah lain yang juga terdampak antara lain Batui Selatan, Nambo, Simpang Raya, Toili Barat, Balantak, dan Balantak Selatan. Beberapa wilayah lain seperti Luwuk Timur, Batui, Moilong, dan Masama tercatat tidak mengalami kejadian bencana sepanjang 2025.Fokus Kesiapsiagaan dan MitigasiKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banggai, Ferry Sujarman, menegaskan bahwa data kejadian bencana sepanjang 2025 memperlihatkan perlunya penguatan berbagai strategi penanggulangan bencana di daerah. Menurut Ferry, apel siaga dan pelatihan dasar bencana yang digelar BPBD bertujuan memperkuat koordinasi lintas instansi, sinergi respon, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kejadian serupa di masa depan. Pada kegiatan seperti Apel Siaga Bencana 2025 di Teluk Lalong, Ferry menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menciptakan kondisi yang kondusif untuk kolaborasi penanggulangan bencana antar instansi dan relawan serta meningkatkan mitigasi risiko di tingkat masyarakat. Selain itu, BPBD Banggai juga aktif mengadakan pelatihan dasar kebencanaan bekerja sama dengan BNPB dan berbagai program edukasi serta forum perangkat daerah untuk mematangkan rencana strategis penanggulangan bencana 2025–2029. Ferry dalam sambutannya menyatakan pentingnya dukungan berbagai pihak demi meningkatkan kapasitas daerah dalam memahami dan merespon risiko bencana. Upaya-upaya tersebut diperkuat dengan pelatihan mitigasi kebencanaan di tingkat kecamatan serta kampanye literasi kesiapsiagaan kepada masyarakat terhadap bahaya bencana yang berulang, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.Ke depanBPBD Banggai berharap pengalaman dan data kejadian bencana sepanjang 2025 dapat dijadikan dasar perencanaan mitigasi yang lebih matang, termasuk penguatan sistem peringatan dini, peningkatan pemahaman masyarakat, serta program kesiapsiagaan berbasis komunitas. (Red)
BPBD Banggai Dorong Penguatan Mitigasi Usai 35 Kejadian Bencana di Tahun 2025





