Gerbangsulawesi.com, BANGGAI – Sepanjang Januari hingga Desember 2025, wilayah Kabupaten Banggai sedikitnya 35 kali kejadian bencana alam. Data tersebut mencatat banjir sebagai bencana paling dominan, menyusul tanah longsor, angin puting beliung, hingga gempa bumi.Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, banjir tercatat terjadi sebanyak 19 kali dan melanda sejumlah desa. Meliputi, Padungnyo, Asaan, Dongkalan, Pangkalaseang, Bondat, Tonutu, Gonohop, Solan Baru, Piondo, Kamiwangi, Mekarjaya, Koili, Longgolian, Balaang, Poh, serta Lembah Tompotika.Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi sebanyak 7 kali pada wilayah Mangkio Baru, Tintingon, Koninis, Kamumu, Tombang, Masungkang, dan Tanjung Tuwis.Satu kali gempa bumi mengguncang wilayah Sinorang. Banjir bandang dan tanah longsor terjadi dua kali yakni Obo Balingara dan Lontio. Adapun banjir bandang tercatat dua kali menerjang Batu Hitam dan Bela.Abrasi pantai terjadi satu kali di wilayah Bunta 2. Sedang angin puting beliung menerjang tiga desa, yakni Baruga, Talang Batu, dan Bohotokong.Terkait dengan cukup banyaknya bencana, Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Fery Sujarman, Sabtu (28/02/2026) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.“Sehubungan dengan kejadian bencana Kabupaten Banggai, kami menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui mitigasi proaktif. Kenali risiko wilayah, pahami jalur evakuasi, siapkan tas siaga bencana. Dan bergotong royong membersihkan lingkungan agar terhindar dari genangan saat curah hujan tinggi,” ujarnya.Menghadapi musim kemarau, masyarakat juga harus bijak menggunakan air bersih, menampung air hujan, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, warga perlu melakukan gerakan penghijauan, merawat sumber mata air, membuat sumur resapan atau biopori, serta tidak membakar sampah sembarangan.Fery juga mengingatkan agar warga untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maupun BPBD setempat. Hal itu sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem dan kekeringan.“Dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak bencana Kabupaten Banggai dapat kita minimalkan pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (Red)
35 Kali Bencana Hantam Kabupaten Banggai Sepanjang 2025, Banjir Mendominasi Disusul Tanah Longsor, Begini Pesan Kepala BPBD





